Tampilkan postingan dengan label Metode Sukses Menurut Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Sukses Menurut Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 November 2010

Teknik Super Memory dengan Menggunakan "Anatomi"

INDONESIA JENIUS - IndonesiaJenius.com - Training Aktivasi Otak Tengah Terbaik di IndonesiaPernah mengalami sulitnya menghafal pelajaran, di baca berulang ulang tapi masih lupa.? Atau mungkin teman-teman pernah mencari solusinya di google dengan memasukan kata kunci seperti ini :
Cara belajar, Belajar cepat, Panduan belajar, Belajar efektif, Strategi belajar, tips belajar, teknik belajar, Cara cepat belajar, Cara belajar bahasa, Cara mudah belajar, Cara belajar efektif, Cara belajar yang, Belajar yang baik. Jika ia inilah jawabanya :
Yaitu teknik super memory dengan menggunakan teknik anatomi.

Berikut adalah contohnya :
Untuk mengetahui bagaimana teknik ini bekerja, sebelumnya silahkan Anda Hafalkan daftar kata berikut secara berurutan hanya dengan membacanya sekali saja :

JARUM
PULPEN
ANGGUR
BISCUIT
TISU
GERGAJI
BALON
SELANG
AYAM
API
LLILIN
PISTOL
GALLON
ULAR
KOPI
PAKU
KOIN
AKAR

Jika Anda sudah selesai selanjutnya, coba ingat kembali daftar kata yang teman-teman ingat dengan berurut. Berapa kata yang mampu Anda ingat?

Cara mudah untuk mengingat daftar kata di atas adalah dengan menggunakan fungsi kedua belah otak teman-teman, yaitu otak kiri dan otak kanan. Salah satu fungsi otak kiri yang akan kita gunakan adalah “Urutan” sedangkan fungsi otak kanan adalah “Imaginasi”. Dan menggunakan ketiga gaya belajar, yaitu visual (penglihatan) audiovisual (pendengaran) kinestetik (gerakan atau perasaan). Kemudian menggunakan satu prinsip memori lagi yaitu mengkaitkan sesuatu yang baru dengan dengan sesuatu yang lama yang sudah kita tahu dengan imajinasi. Dalam teknik Anatomi ini, sesuai dengan namanya kita akan menggunakan angota badan kita atau bagian dari tubuh kita. Sebagai sesuatu yang sudah kita tahu.

INDONESIA JENIUS - IndonesiaJenius.com - Training Aktivasi Otak Tengah Terbaik di Indonesia

MARI KITA MULAI, IKUTI SEMUA LANGKAH-LANGKAH INI DENGAN BENAR :

  1. Peganglah rambut teman-teman kemudian bayangkan setiap helai rambut teman-teman menjadi jarum. Kemudian katakan sampai teman-teman mendengar suara teman-teman sendiri “ini adalah jarum”.
  2. Sentuh dua titik di kepala teman-teman dengan jari teman-teman, kemudian bayangkan dan katakan “disinis tumbuh tanduk dari pulpen”.
  3. Kedipkan mata teman-teman, bayangkan dan katakan “bola mata saya dari buah anggur”.
  4. Pegang telinga teman-teman kemudian bayangkan dan katakan “ini adalah biscuit”.
  5. Pencet hidung teman-teman bayangkan dan katakan “saya menutup lubangnya dengan tisu”.
  6. Gerakan gigi teman-teman, bayangkan dan katakan “gigi saya setajam gergaji”.
  7. Kembungkan pipi teman-teman, bayangkan dan katakan “ini adalah balon”.
  8. Pegang tenggorokan teman-teman, bayangkan dan katakan “ini adalah selang”.
  9. Gerakkan pundak teman-teman, bayangkan dan katakan “di sini ada ayam yang hinggap”.
  10. Pegang lengan teman-teman, bayangkan dan katakan “lengan ini hangus terbakar api”.
  11. Gerakkan jari teman-teman, bayangkan dan katakan “jari ini adalah lilin”.
  12. Todongkan jari telunjuk teman-teman kearah kepala teman-teman.
  13. Bayangkan dan katakan “ini adalah pistol, Dorr..”.
  14. Pegang perut teman-teman, bayangkan dan katakan “ini adalah sebuah gallon.
  15. Pegang pinggang teman-teman, bayangkan dan katakan” saya dililit ular”.
  16. Pegang pusat teman-teman, bayangkan dan katakan “pusat ini bocor dan mengeluarkan air kopi”.
  17. Pegang kedua lutut teman-teman, bayangkan dan katakan “lutut ini tertusuk paku”.
  18. Pegang mata kaki teman-teman, bayangkan dan katakan “disini tertempel koin”.
  19. Gerakkan jari-jari kaki teman-teman, bayangkan dan katakan “jari-jari ini memanjang dan tumbuh menjadi akar”.

Sekarang saatnya teman-teman menghafalnya satu persatu-satu dengan cara menggerakan atau memegang secara berurut anggota badan teman-teman, yang tadi teman-teman gunakan, mulailah memegang rambut teman-teman hingga menggerakan jari-jari kaki teman-teman. Pada saat yang bersamaan ingatlah setiap kata yang tadi teman-teman kaitkan. Dan tulis di bawah ini berapa yang teman-teman ingat, bandingkan dengan sebelumnya, ketika teman-teman belum menggunakan teknik ini :

MENGGUNAKAN TEKNIK ANATOMI DALAM PELAJARAN BIOLOGI :
Ciri-ciri virus adalah sebagai berikut :

  1. Merupakan mikro organisme dengan ukuran 20-300 milimikron.
  2. Sebagai mahluk hidup sekaligus benda mati.
  3. Dapat berkembang biak dengan menduplikasi diri.
  4. Susunan tubuhnya adalah Protein dan ARN/ADN.
  5. Hanya dapat hidup pada medium hidup (sel hidup).
  6. 6. Bentuknya bulat,oval,memanjang,batang, dan bentuk T.

MENGGUNAKAN TEKNIK ANATOMI UNTUK MENGINGAT CIRI-CIRI VIRUS :

  1. Kepala, pegang, bayangkan dan katakan kepala teman-teman mengecil hingga 20-300 milimikron, mengingatkan teman-teman pada ukuran virus.
  2. Pundak, pegang, bayangkan dan katakan dipundak kanan teman-teman ada burung yang masih hidup terjangkit virus dan di pundak kiri teman-teman ada burung mainan yang juga terjangkit virus, ini memgintakan teman-teman bahwa virus adalah mahluk hidup dan benda mati.
  3. Tangan, pegang, bayangkan dan katakan. tangan teman-teman menduplikasi menjadi 4, mengingatkan teman-teman pada perkembang biakan virus dengan menduplikasi diri.
  4. Dada, pegang, bayangkan, dan katakan di dada teman-teman ada banyak jerawat karena terlalu banyak Protein. Mengingatkan teman-teman pada susunan tubuh virus.
  5. Perut, pegang, bayangkan dan katakan di perut teman-teman ada tulisan ADN/ARN, Mengingatkan teman-teman pada susunan tubuh virus.
  6. Pinggang, pegang, bayangkan dan katakan di pinggan teman-teman ada ular yang sudah terinfeksi virus dan masih hidup, mengingatkan teman-teman bahwa virus hanya hidup pada medium hidup.
  7. Jari kaki,pegang, bayangkan, dan katakan, jari-jari kaki teman-teman berbentuk sbb. Jempol : menjadi bulat, jari telunjuk kaki : oval, jari tengah teman-teman menjadi sangat panjang, jari manis kaki teman-teman : jari kelingking kaki teman-teman : berbentuk T. Ini mengigatkan teman-teman pada bentuk-bentuk virus.

Sekarang tanpa melihat kembali, tuliskan berapa banyak cirri-ciri virus yang teman-teman ingat?

Hasilnya pasti memuaskan, teknik ini hanya sebagian kecil dari apa yang saya dapatkan tentang cara belajar cepat.., masih ada 13 teknik mengingat lagi, ada juga cara membaca dengan sengat cepat, cara mencatat dengan kedua belah otak, semua ini saya tidak dapatkan di sekolah…,

Sumber : www.e-learningforsuccess.com

Minggu, 07 November 2010

BELAJAR BISNIS DAN BERDAGANG CARA NABI MUHAMMAD SAW

Nabi Muhammad SAW tercatat dalam sejarah adalah pembawa kemaslahatan dan kebaikan yang tiada bandingan untuk seluruh umat manusia. Bagaimana tidak karena Rasulullah SAW telah membuka zaman baru dalam pembangunan peradaban dunia. Beliaulah adalah tokoh yang paling sukses dalam bidang agama (sebagai Rasul) sekaligus dalam bidang duniawi (sebagai pemimpin negara dan peletak dasar peradaban Islam yang gemilang selama 1000 tahun berikutnya).

Kesuksesan Rasulullah SAW itu sudah banyak dibahas dan diulas oleh para ahli sejarah Islam maupun Barat. Namun ada salah satu sisi Muhammad SAW ternyata jarang dibahas dan kurang mendapat perhatian oleh para ahli sejarah maupun agama yaitu sisinya sebagai seorang pebisnis ulung. Padahal manajemen bisnis yang dijalankan Rasulullah SAW hingga kini maupun di masa mendatang akan selalu relevan diterapkan dalam bisnis modern. Setelah kakeknya yang merawat Muhammad SAW sejak bayi wafat, seorang pamannya yang bernama Abu Thalib lalu memeliharanya.

Abu Thalib yang sangat menyayangi Muhammad SAW sebagaimana anaknya sendiri adalah seorang pedagang. Sang paman kemudian mengajari Rasulullah SAW cara-cara berdagang (berbisnis) dan bahkan mengajaknya pergi bersama untuk berdagang meninggalkan negerinya (Makkah) ke negeri Syam (yang kini dikenal sebagai Suriah) pada saat Rasulullah SAW baru berusia 12 tahun. Tidak heran jika beliau telah pandai berdagang sejak berusia belasan tahun. Kesuksesan Rasulullah SAW dalam berbisnis tidak terlepas dari kejujuran yang mendarah daging dalam sosoknya.

Kejujuran itulah telah diakui oleh penduduk Makkah sehingga beliau digelari Al Shiddiq. Selain itu, Muhammad SAW juga dikenal sangat teguh memegang kepercayaan (amanah) dan tidak pernah sekali-kali mengkhianati kepercayaan itu. Tidak heran jika beliau juga mendapat julukan Al Amin (Terpercaya). Menurut sejarah, telah tercatat bahwa Muhammad SAW melakukan lawatan bisnis ke luar negeri sebanyak 6 kali diantaranya ke Syam (Suriah), Bahrain, Yordania dan Yaman. Dalam semua lawatan bisnis, Muhammad selalu mendapatkan kesuksesan besar dan tidak pernah mendapatkan kerugian.

Lima dari semua lawatan bisnis itu dilakukan oleh beliau atas nama seorang wanita pebisnis terkemuka Makkah yang bernama Khadijah binti Khuwailid. Khadijah yang kelak menjadi istri Muhammad SAW, telah lama mendengar reputasi Muhammad sebagai pebisnis ulung yang jujur dan teguh memegang amanah. Lantaran itulah, Khadijah lalu merekrut Muhammad sebagai manajer bisnisnya. Kurang lebih selama 20 tahun sebelum diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun, Muhammad mengembangkan bisnis Khadijah sehingga sangat maju pesat. Boleh dikatakan bisnis yang dilakukan Muhammad dan Khadijah (yang menikahinya pada saat beliau berusia 25 tahun) hingga pada saat pengangkatan kenabian Muhammad adalah bisnis konglomerat.

Pola manajemen bisnis apa yang dijalankan Muhammad SAW sehingga bisnis junjungan kita itu mendapatkan kesuksesan spektakuler pada zamannya ? Ternyata jauh sebelum para ahli bisnis modern seperti Frederick W. Taylor dan Henry Fayol pada abad ke-19 mengangkat prinsip manajemen sebagai sebuah disiplin ilmu, ternyata Rasulullah SAW telah mengimplementasikan nilai-nilai manajemen modern dalam kehidupan dan praktek bisnis yang mendahului masanya. Berdasarkan prinsip-prinsip manajemen modern, Rasulullah SAW telah dengan sangat baik mengelola proses, transaksi, dan hubungan bisnis dengan seluruh elemen bisnis serta pihak yang terlihat di dalamnya.

Seperti dikatakan oleh Prof. Aflazul Rahman dalam bukunya “Muhammad: A Trader” bahwa Rasulullah SAW adalah pebisnis yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis. Ia tidak pernah membuat para pelanggannya mengeluh. Dia sering menjaga janjinya dan menyerahkan barang-barang yang dipesan dengan tepat waktu. Muhammad SAW pun senantiasa menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar dan integritas yang tinggi dalam berbisnis. Dengan kata lain, beliau melaksanakan prinsip manajemen bisnis modern yaitu kepuasan pelanggan (customer satisfaction), pelayanan yang unggul (service exellence), kemampuan, efisiensi, transparansi (kejujuran), persaingan yang sehat dan kompetitif. Dalam menjalankan bisnis, Muhammad SAW selalu melaksanakan prinsip kejujuran (transparasi). Ketika sedang berbisnis, beliau selalu jujur dalam menjelaskan keunggulan dan kelemahan produk yang dijualnya.

Ternyata prinsip transparasi beliau itu menjadi pemasaran yang efektif untuk menarik para pelanggan. Beliau juga mencintai para pelanggannya seperti mencintai dirinya sehingga selalu melayani mereka dengan sepenuh hatinya (melakukan service exellence) dan selalu membuat mereka puas atas layanan beliau (melakukan prinsip customer satisfaction).

Dalam melakukan bisnisnya, Muhammad SAW tidak pernah mengambil margin keuntungan sangat tinggi seperti yang biasa dilakukan para pebisnis lainnya pada masanya. Beliau hanya mengambil margin keuntungan secukupnya saja dalam menjual produknya.Ternyata kiat mengambil margin keuntungan yang dilakukan beliau sangat efektif, semua barang yang dijualnya selalu laku dibeli Orang-orang lebih suka membeli barang-barang jualan Muhammad daripada pedagang lain karena bisa mendapatkan harga lebih murah dan berkualitas. Dalam hal ini, beliau melakukan prinsip persaingan sehat dan kompetitif yang mendorong bisnis semakin efisien dan efektif.

Boleh dikatakan Rasulullah SAW adalah pelopor bisnis yang berdasarkan prinsip kejujuran, transaksi bisnis yang adil dan sehat. Beliau juga tidak segan mensosialisasikan prinsip-prinsip bisnisnya dalam bentuk edukasi dan pernyataan tegas kepada para pebisnis lainnya. Ketika menjadi kepala negara, Rasulullah SAW mentransformasikan prinsip-prinsip bisnisnya menjadi pokok-pokok hukum. Berdasarkan hal itu, beliau melakukan penegakan hukum pada para pebisnis yang nakal. Beliau pula yang memperkenalkan asas “Facta Sur Servanda” yang kita kenal sebagai asas utama dalam hukum perdata dan perjanjian. Di tangan para pihaklah terdapat kekuasaan tertinggi untuk melakukan transaksi bisnis yang dibangun atas dasar saling setuju.

Belajar Cara Berdagang Rasulullah SAW

Ketika Nabi Muhammad SAW, berusia 25 tahun, sebelum diangkat menjadi seorang nabi dan rasul, beliau pernah menjalankan perniagaan bersama Siti Khadijah ke negeri Syam. Pada waktu berdagang, ia ditemani oleh Maisarah, budak Siti Khadijah.
Tips Berdagang Cara Nabi muhammad SAW
  • Kejujuran
  • keramahan
  • sopan santun yang ditunjukan oleh pemuda Muhammad dalam berdagang membuat kagum Maisarah.
  • Misalnya jika barang dagangannya dijual jelek maka dikatakan jelek. Begitu pun sebaliknya, jika barang-barang itu baik dikatakan baik. Beliau tidak menyembunyikan barang-barang yang jelek di balik barang-barang yang baik.
  • Harga yang ditawarkan kepada pembeli sesuai dengan yang disepakati Siti Khadijah. Ia tidak mengambil untung diluar yang disepakati. Oleh karena itu, banyak pembeli yang terkesan dan tertarik cara berdagang beliau.

Keluhuran sifat beliau ini kemudian diceritakan oleh Maisarah kepada majikannya. Khadijah pun merasa kagum dan terkesan dengan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Maka hubungan perdagangan antara keduanya berlanjut ke jenjang perkawinan.


sumber : http://thetruthislamicreligion.wordpress.com/2010/03/24/belajar-bisnis-dan-berdagang-cara-nabi-muhammad-saw/

Cara mengatasi tuduhan berzina yang dialami Aisyah, istri Nabi Muhammad saw

By Dana Anwari. Dituduh berzina. Digunjingkan berselingkuh. Dan gunjingan itu disebarkan oleh teman-teman kita sendiri. Dan tuduhan itu datang dari orang-orang yang dekat dengan kita sendiri, bahkan orang-orang itu termasuk yang sering kita bantu kesulitannya. Sungguh berat menghadapi cobaan semacam itu.

Tuduhan berzina dan digunjingkan selingkuh pernah dialami oleh Aisyah, istri Nabi Muhammad saw. "Hai Aisyah, sesungguhnya telah sampai kepadaku bermacam tuduhan tentang dirimu. Jika engkau memang bersih, Allah pasti akan membersihkan dirimu dari tuduhan-tuduhan itu. Tetapi kalau engkau memang telah berbuat dosa, maka mohonlah ampun kepada Allah dan bertobatlah kepada-Nya. Sebab, bila seorang hamba mengakui dosanya kemudian bertobat, tentu Allah akan menerima tobatnya," begitu nasehat Rasulullah saw kepada istrinya.

Simaklah kisahnya di Kitab Shahih Imam Bukhari dan Muslim (1582) :

Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw. ia berkata: Apabila Rasulullah saw. hendak keluar dalam suatu perjalanan selalu mengadakan undian di antara para istri beliau dan siapa di antara mereka yang keluar undiannya, maka Rasulullah saw. akan berangkat bersamanya.
Aisyah berkata: Lalu Rasulullah saw. mengundi di antara kami untuk menentukan siapa yang akan ikut dalam perang dan ternyata keluarlah undianku sehingga aku pun berangkat bersama Rasulullah saw. Peristiwa itu terjadi setelah diturunkan ayat hijab (Al-Ahzab ayat 53) di mana aku dibawa dalam sekedup dan ditempatkan di sana selama perjalanan kami.

Pada suatu malam ketika Rasulullah saw. selesai berperang lalu pulang dan kami telah mendekati Madinah, beliau memberikan aba-aba untuk berangkat. Aku pun segera bangkit setelah mendengar mereka mengumumkan keberangkatan lalu berjalan sampai jauh meninggalkan pasukan tentara. Seusai melaksanakan hajat, aku hendak langsung menghampiri unta tungganganku namun saat meraba dada, ternyata kalungku yang terbuat dari mutiara Zifar putus. Aku pun kembali untuk mencari kalungku sehingga tertahan karena pencarian itu. Sementara orang-orang yang bertugas membawaku mereka telah mengangkat sekedup itu dan meletakkannya ke atas punggung untaku yang biasa aku tunggangi karena mereka mengira aku telah berada di dalamnya.
Ia menambahkan: Kaum wanita pada waktu itu memang bertubuh ringan dan langsing tidak banyak ditutupi daging karena mereka hanya mengkomsumsi makanan dalam jumlah sedikit sehingga orang-orang itu tidak merasakan beratnya sekedup ketika mereka mengangkatnya ke atas unta. Apalagi ketika itu aku anak perempuan yang masih belia. Mereka pun segera menggerakkan unta itu dan berangkat.
Aku baru menemukan kalung itu setelah pasukan tentara berlalu. Kemudian aku mendatangi tempat perhentian mereka, namun tak ada seorang pun di sana. Lalu aku menuju ke tempat yang semula dengan harapan mereka akan merasa kehilangan dan kembali menjemputku. Ketika aku sedang duduk di tempatku rasa kantuk mengalahkanku sehingga aku pun tertidur. Ternyata ada Shafwan bin Muaththal As-Sulami Az-Dzakwani yang tertinggal di belakang pasukan sehingga baru dapat berangkat pada malam hari dan keesokan paginya ia sampai di tempatku.
Dia melihat bayangan hitam seperti seorang yang sedang tidur lalu ia mendatangi dan langsung mengenali ketika melihatku karena ia pernah melihatku sebelum diwajibkan hijab. Aku terbangun oleh ucapannya, "inna lillaahi wa inna ilaihi raji`uun" pada saat dia mengenaliku. Aku segera menutupi wajahku dengan kerudung dan demi Allah, dia sama sekali tidak mengajakku bicara sepatah kata pun dan aku pun tidak mendengar satu kata pun darinya selain ucapan "inna lillahi wa inna ilaihi raji`uun". Kemudian ia menderumkan untanya dan memijak kakinya, sehingga aku dapat menaikinya. Dan ia pun berangkat sambil menuntun unta yang aku tunggangi hingga kami dapat menyusul pasukan yang sedang berteduh di tengah hari yang sangat panas.
Maka celakalah orang-orang yang telah menuduhku di mana yang paling besar berperan ialah Abdullah bin Ubay bin Salul.

Sampai kami tiba di Madinah dan aku pun segera menderita sakit setiba di sana selama sebulan. Sementara orang-orang ramai membicarakan tuduhan para pembuat berita bohong padahal aku sendiri tidak mengetahui sedikit pun tentang hal itu. Yang membuatku gelisah selama sakit adalah bahwa aku tidak lagi merasakan kelembutan Rasulullah saw. yang biasanya kurasakan ketika aku sakit. Rasulullah saw. hanya masuk menemuiku, mengucapkan salam, kemudian bertanya: Bagaimana keadaanmu?
Hal itu membuatku gelisah, tetapi aku tidak merasakan adanya keburukan, sampai ketika aku keluar setelah sembuh bersama Ummu Misthah ke tempat pembuangan air besar di mana kami hanya keluar ke sana pada malam hari sebelum kami membangun tempat membuang kotoran (WC) di dekat rumah-rumah kami. Kebiasaan kami sama seperti orang-orang Arab dahulu dalam buang air. Kami merasa terganggu dengan tempat-tempat itu bila berada di dekat rumah kami.
Aku pun berangkat dengan Ummu Misthah, seorang anak perempuan Abu Ruhum bin Muthalib bin Abdi Manaf dan ibunya adalah putri Shakher bin Amir, bibi Abu Bakar Sidik. Putranya bernama Misthah bin Utsatsah bin Abbad bin Muththalib. Aku dan putri Abu Ruhum langsung menuju ke arah rumahku sesudah selesai buang air. Tiba-tiba Ummu Misthah terpeleset dalam pakaian yang menutupi tubuhnya sehingga terucaplah dari mulutnya kalimat: Celakalah Misthah!
Aku berkata kepadanya: Alangkah buruknya apa yang kau ucapkan! Apakah engkau memaki orang yang telah ikut serta dalam perang Badar?
Ummu Misthah berkata: Wahai junjunganku, tidakkah engkau mendengar apa yang dia katakan?
Aku menjawab: Memangnya apa yang dia katakan?
Ummu Misthah lalu menceritakan kepadaku tuduhan para pembuat cerita bohong sehingga penyakitku semakin bertambah parah.
Ketika aku kembali ke rumah, Rasulullah saw. masuk menemuiku, beliau mengucapkan salam kemudian bertanya: Bagaimana keadaanmu? Aku berkata: Apakah engkau mengizinkan aku mendatangi kedua orang tuaku? Pada saat itu aku ingin meyakinkan kabar itu dari kedua orang tuaku. Begitu Rasulullah saw. memberiku izin, aku pun segera pergi ke rumah orang tuaku.
Sesampai di sana, aku bertanya kepada ibu: Wahai ibuku, apakah yang dikatakan oleh orang-orang mengenai diriku?
Ibu menjawab: Wahai anakku, tenanglah! Demi Allah, jarang sekali ada wanita cantik yang sangat dicintai suaminya dan mempunyai beberapa madu, kecuali pasti banyak berita kotor dilontarkan kepadanya.
Aku berkata: Maha suci Allah! Apakah setega itu orang-orang membicarakanku?
Aku menangis malam itu sampai pagi air mataku tidak berhenti mengalir dan aku tidak dapat tidur dengan nyenyak. Pada pagi harinya, aku masih saja menangis.
Beberapa waktu kemudian Rasulullah saw. memanggil Ali bin Abu Thalib dan Usamah bin Zaid untuk membicarakan perceraian dengan istrinya ketika wahyu tidak kunjung turun. Usamah bin Zaid memberikan pertimbangan kepada Rasulullah saw. sesuai dengan yang ia ketahui tentang kebersihan istrinya (dari tuduhan) dan berdasarkan kecintaan dalam dirinya yang ia ketahui terhadap keluarga Nabi saw. Ia berkata: Ya Rasulullah, mereka adalah keluargamu dan kami tidak mengetahui dari mereka kecuali kebaikan. Sedangkan Ali bin Abu Thalib berkata: Semoga Allah tidak menyesakkan hatimu karena perkara ini, banyak wanita selain dia (Aisyah). Jika engkau bertanya kepada budak perempuan itu (pembantu rumah tangga Aisyah) tentu dia akan memberimu keterangan yang benar.
Lalu Rasulullah saw. memanggil Barirah (jariyah yang dimaksud) dan bertanya: Hai Barirah! Apakah engkau pernah melihat sesuatu yang membuatmu ragu tentang Aisyah?
Barirah menjawab: Demi Zat yang telah mengutusmu membawa kebenaran! Tidak ada perkara buruk yang aku lihat dari dirinya kecuali bahwa Aisyah adalah seorang perempuan yang masih muda belia, yang biasa tidur di samping adonan roti keluarga lalu datanglah hewan-hewan ternak memakani adonan itu.
Kemudian Rasulullah saw. berdiri di atas mimbar meminta bukti dari Abdullah bin Ubay bin Salul. Di atas mimbar itu, Rasulullah saw. bersabda: Wahai kaum muslimin, siapakah yang mau menolongku dari seorang yang telah sampai hati melukai hati keluarga? Demi Allah! Yang kuketahui pada keluargaku hanyalah kebaikan. Orang-orang juga telah menyebut-nyebut seorang lelaki yang kuketahui baik. Dia tidak pernah masuk menemui keluargaku (istriku) kecuali bersamaku.
Maka berdirilah Saad bin Muaz Al-Anshari seraya berkata: Aku yang akan menolongmu dari orang itu, wahai Rasulullah. Jika dia dari golongan Aus, aku akan memenggal lehernya dan kalau dia termasuk saudara kami dari golongan Khazraj, maka engkau dapat memerintahkanku dan aku akan melaksanakan perintahmu.
Mendengar itu, berdirilah Saad bin Ubadah. Dia adalah pemimpin golongan Khazraj dan seorang lelaki yang baik tetapi amarahnya bangkit karena rasa fanatik golongan. Dia berkata tertuju kepada Saad bin Muaz: Engkau salah! Demi Allah, engkau tidak akan membunuhnya dan tidak akan mampu untuk membunuhnya!
Lalu Usaid bin Hudhair saudara sepupu Saad bin Muaz, berdiri dan berkata kepada Saad bin Ubadah: Engkau salah! Demi Allah, kami pasti akan membunuhnya! Engkau adalah orang munafik yang berdebat untuk membela orang-orang munafik.
Bangkitlah amarah kedua golongan yaitu Aus dan Khazraj, sehingga mereka hampir saling berbaku-hantam dan Rasulullah saw. masih berdiri di atas mimbar terus berusaha meredahkan emosi mereka mereka hingga mereka diam dan Rasulullah saw. diam.

Sementara itu, aku menangis sepanjang hari, air mataku tidak berhenti mengalir dan aku pun tidak merasa nyenyak dalam tidur. Aku masih saja menangis pada malam berikutnya, air mataku tidak berhenti mengalir dan juga tidak merasa enak tidur. Kedua orang tuaku mengira bahwa tangisku itu akan membelah jantungku.
Ketika kedua orang tuaku sedang duduk di sisiku yang masih menangis, datanglah seorang perempuan Ansar meminta izin menemuiku. Aku memberinya izin lalu dia pun duduk sambil menangis. Pada saat kami sedang dalam keadaan demikian, Rasulullah saw. masuk. Beliau memberi salam, lalu duduk. Beliau belum pernah duduk di dekatku sejak ada tuduhan yang bukan-bukan kepadaku, padahal sebulan telah berlalu tanpa turun wahyu kepada beliau mengenai persoalanku.
Rasulullah saw. mengucap syahadat pada waktu duduk kemudian bersabda: Selanjutnya. Hai Aisyah, sesungguhnya telah sampai kepadaku bermacam tuduhan tentang dirimu. Jika engkau memang bersih, Allah pasti akan membersihkan dirimu dari tuduhan-tuduhan itu. Tetapi kalau engkau memang telah berbuat dosa, maka mohonlah ampun kepada Allah dan bertobatlah kepada-Nya. Sebab, bila seorang hamba mengakui dosanya kemudian bertobat, tentu Allah akan menerima tobatnya.

Ketika Rasulullah saw. selesai berbicara, air mataku pun habis sehingga aku tidak merasakan satu tetespun terjatuh. Lalu aku berkata kepada ayahku: Jawablah untukku kepada Rasulullah saw. mengenai apa yang beliau katakan. Ayahku menyahut: Demi Allah, aku tidak tahu apa yang harus aku katakan kepada Rasulullah saw. Kemudian aku berkata kepada ibuku: Jawablah untukku kepada Rasulullah saw.! Ibuku juga berkata: Demi Allah, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan kepada Rasulullah saw.
Maka aku pun berkata: Aku adalah seorang perempuan yang masih muda belia. Aku tidak banyak membaca Alquran. Demi Allah, aku tahu bahwa kalian telah mendengar semua ini, hingga masuk ke hati kalian, bahkan kalian mempercayainya. Jika aku katakan kepada kalian, bahwa aku bersih dan Allah pun tahu bahwa aku bersih, mungkin kalian tidak juga mempercayaiku. Dan jika aku mengakui hal itu di hadapan kalian, sedangkan Allah mengetahui bahwa aku bersih, tentu kalian akan mempercayaiku. Demi Allah, aku tidak menemukan perumpamaan yang tepat bagiku dan bagi kalian, kecuali sebagaimana dikatakan ayah Nabi Yusuf: Kesabaran yang baik itulah kesabaranku. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kalian ceritakan.
Kemudian aku pindah dan berbaring di tempat tidurku. Demi Allah, pada saat itu aku yakin diriku bersih dan Allah akan menunjukkan kebersihanku. Tetapi, sungguh aku tidak berharap akan diturunkan wahyu tentang persoalanku. Aku kira persoalanku terlalu remeh untuk dibicarakan Allah Taala dengan wahyu yang diturunkan. Namun, aku berharap Rasulullah saw. akan bermimpi bahwa Allah membersihkan diriku dari fitnah itu.
Rasulullah saw. belum lagi meninggalkan tempat duduknya dan tak seorang pun dari isi rumah ada yang keluar, ketika Allah Taala menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya. Tampak Rasulullah saw. merasa kepayahan seperti biasanya bila beliau menerima wahyu, hingga bertetesan keringat beliau bagaikan mutiara di musim dingin, karena beratnya firman yang diturunkan kepada beliau. Ketika keadaan yang demikian telah hilang dari Rasulullah saw. (wahyu telah selesai turun), maka sambil tertawa perkataan yang pertama kali beliau ucapkan adalah: Bergembiralah, wahai Aisyah, sesungguhnya Allah telah membersihkan dirimu dari tuduhan.
Lalu ibuku berkata kepadaku: Bangunlah! Sambutlah beliau!
Aku menjawab: Demi Allah, aku tidak akan bangun menyambut beliau. Aku hanya akan memuji syukur kepada Allah. Dialah yang telah menurunkan ayat Alquran yang menyatakan kebersihanku. Allah Taala menurunkan ayat: Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golonganmu juga, dan sepuluh ayat berikutnya. Allah menurunkan ayat-ayat tersebut yang menyatakan kebersihanku.

Abu Bakar yang semula selalu memberikan nafkah kepada Misthah karena kekerabatan dan kemiskinannya, pada saat itu mengatakan: Demi Allah, aku tidak akan lagi memberikan nafkah kepadanya sedikitpun selamanya, sesudah apa yang dia katakan terhadap Aisyah.
Sebagai teguran atas ucapan itu, Allah menurunkan ayat selanjutnya ayat: Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kalian, bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabat mereka, orang-orang miskin sampai pada firman-Nya: Apakah kalian tidak ingin bahwa Allah mengampuni kalian. (Hibban bin Musa berkata: Abdullah bin Mubarak berkata: Ini adalah ayat yang paling aku harapkan dalam Kitab Allah).
Maka berkatalah Abu Bakar: Demi Allah, tentu saja aku sangat menginginkan ampunan Allah. Selanjutnya dia (Abu Bakar) kembali memberikan nafkah kepada Misthah seperti sediakala dan berkata: Aku tidak akan berhenti memberikannya nafkah untuk selamanya.

Aisyah meneruskan: Rasulullah saw. pernah bertanya kepada Zainab binti Jahsy, istri Nabi saw. tentang persoalanku: Apa yang kamu ketahui? Atau apa pendapatmu?
Zainab menjawab: Wahai Rasulullah, aku selalu menjaga pendengaran dan penglihatanku (dari hal-hal yang tidak layak). Demi Allah, yang kuketahui hanyalah kebaikan.
Aisyah berkata: Padahal dialah yang menyaingi kecantikanku dari antara para istri Nabi saw. Allah menganugerahinya dengan sikap warak (menjauhkan diri dari maksiat dan perkara meragukan) lalu mulailah saudara perempuannya, yaitu Hamnah binti Jahsy, membelanya dengan rasa fanatik (yakni ikut menyebarkan apa yang dikatakan oleh pembuat cerita bohong). Maka celakalah ia bersama orang-orang yang celaka. (HR Bukhari dan Muslim: 1582)

sumber : http://suksespernikahan.blogspot.com/2008/11/cara-mengatasi-tuduhan-berzina-yang.html

Segitiga Sukses Kepemimpinan Nabi Muhammad

wahOleh: Wahidunnaba*

Sangatlah tepat apabila Micheal H. Hart menempatkan Nabi Muhammad saw dalam urutan pertama di antara seratus tokoh yang paling berpengaruh. Perubahan yang dilakukan olehnya masih terasa sampai saat ini. Ajarannya senantiasa dilaksanakan terus-menerus oleh umatnya tanpa perubahan apa pun. Seorang manusia yang pantas untuk dijadikan figur pemimpin. Pemimpin dalam segala hal. Pemimpin yang memberikan contoh langsung pada pengikutnya. Bukan janji belaka tetapi bukti nyata yang dapat diterima oleh semua manusia. Sudah sepantasnya kepemimpinan beliau dijadikan referensi bagi direktur, manager, dan para pimpinan dalam lingkup kecil ataupun pemerintahan.

Suksesnya kepemimpinan Nabi Muhammad saw tidak terlepas dari tiga hal, yaitu pemimpin yang holistic, accepted, dan proven. Muhammad merupakan pemimpin yang holistic karena ia mampu mengembangkan leadership dalam berbagai bidang kehidupan. Kepemimpinannya mampu meresap ke berbagai nuansa kehidupan melalui celah-celah tanpa disadari oleh manusia pada saat itu. Beliau memulai mengembangkan kepemimpinannya berawal dari dirinya sendiri (self development) terlebih dahulu. Semangat kepemimpinan bisnis dan entrepreneurship yang ditunjukan semasa masih muda sangat menakjubkan. Kegiatan bisnis yang dilakukan hampir tidak pernah mengalami kerugian.

Saat menjadi kepala rumah tangga, beliau mampu mengembangkan leadership dalam kehidupan rumah tangganya. Kepemimpinannya mewarnai kehidupan sehari-hari bersama istri-istrinya sehingga nuansa harmonis tercipta begitu indah. Beliau dapat bersifat adil terhadap mereka semua. Dalam kehidupan yang lebih heterogen, yaitu tatanan kehidupan masyarakat, beliau melahirkan era baru. Era yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Kepemimpinannya menjadikan kehidupan masyarakat menjadi akur. Perbedaan agama begitu dihargai. Sistem perpolitikan yang beliau terapkan mampu mengubah tatanan kehidupan masyarakat menjadi bermartabat. Sistem pendidikan dalam masyarakat berubah total. Pendidikan yang diterapkan menjadikan masyarakatnya bermoral dan nampak cerah. Dari segi hukum, Muhammad menjunjung tinggi keadilan. Keadilan tanpa pandang bulu. Seandainya ada keluarganya yang bersalah maka hukum pun tetap diterapkan. Tatanan kehidupan masyarakat benar-benar berubah menjadi lebih baik karena kepemimpinan beliau.

Pertama, kepemimpinan holistic Nabi Muhammad saw terlihat dari strategi pertahanan yang diterapkan dalam masyarakat maupun peperangan. Hampir semua peperangan yang beliau pimpin selalu menang. Keamanan masyarakatnya juga diutamakan. Warga masyarakatnya benar-benar mendapat perlindungan tanpa melihat apakah itu muslim maupun nonmuslim. Adakah saat ini pemimpin yang mampu berbuat seperti itu, atau paling tidak mendekati? Bagaimana dengan orang-orang yang memimpin kita? Sudahkah kita merasakan keholistikan pemimpin kita saat ini?

Kedua, beliau adalah pemimpin yang accepted. Seorang pemimpin yang diterima dan diakui oleh semua masyarakatnya. Bahkan, kepemimpinan beliau masih diterima sampai saat ini. Jika terhitung sudah berapa miliar orang yang mengakui kepemimpinannya. Terlepas dari wahyu yang disampaikan, akhlak beliau juga patut diterima dan dijadikan suri tauladan. Mencari sosok pemimpin yang diakui oleh semua masyarakat saat ini memang bukan hal yang mudah.

Ketiga, Nabi Muhammad saw adalah pemimpin yang proven. Figur pemimpin yang terbukti telah membawa perubahan bagi masyarakat. Kepemimpinan yang selalu berorientasi pada bukti riil, tidak sekadar kata-kata persuasif. Pemimpin yang berorientasi ke depan. Seperti disinggung sebelumnya bahwasanya sampai saat ini kepemimpinannya masih relevan untuk diterapkan. Oleh sebab itu, sangat disayangkan jika kita tidak dapat mengambil hikmah dari kepemimpinan beliau. Mulai dari diri sendiri, setidaknya kita berusaha menerapkan kepemimpinan beliau dalam diri sendiri karena kita adalah pemimpin bagi diri kita.

Mampu mengembangkan kepemimpinan dalam segala bidang, dapat diterima oleh masyarakat dan proven atau penuh bukti harus menjadi parameter bagi pemimpin jika menginginkan kesuksesan. Ketiga hal tersebut harus terlaksana secara seimbang. Ketika menentukan pemimpin pun ketiga hal tersebut selayaknya dijadikan pertimbangan bagi pemilih. Leadership yang dimiliki pemimpin berpengaruh terhadap kesuksesan. Semua berharap pemimpin dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Tugas sebagai pemimpin dapat berjalan dengan baik jika ketiga sifat tersebut tertanam dengan kuat dan berusaha untuk diwujudkan.[wah]

sumber : http://www.andaluarbiasa.com/segitiga-sukses-kepemimpinan-nabi-muhammad

Rahasia Bisnis Nabi Muhammad SAW Akhirnya Terungkap!

Fakta pertama, Nabi Muhammad SAW. adalah seorang pebisnis sukses. Buktinya, ditinjau dari sisi waktu, Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis selama 25 tahun, yakni dari umur 15 sampai umur 40 tahun. Sementara masa kerasulan beliau hanya 23 tahun.

Fakta kedua, Nabi Muhammad SAW. adalah manusia yang kaya. Meski dilahirkan dalam keadaan miskin namun pada saat beliau menikah pada umur 25 tahun, beliau mengeluarkan mahar kawin, yang jika diperhitungkan dengan nilai sekarang berkisar 6 milyar rupiah.

Fakta ketiga, Nabi Muhammad SAW. menganjurkan kita untuk kaya. Beberapa sabda beliau secara terang menganjurkan umat islam untuk menjadi kaya. Beberapa diantaranya: ”Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya sembilan dari sepuluh pintu rezeki di dunia ini adalah perdagangan” (HR. Ahmad), ”Sesungguhnya sebaik-baik mata pencaharian adalah seorang pedagang (entrepreneur)” (HR. Baihaqi), ”Allah itu cinta kepada seorang Mukmin yang bekerja” (HR. Al-Thabrani dan Al-Baihaqi). Dan banyak lagi hadist lainnya yang menyerukan umat muslim untuk menjadi sejahtera.

Fakta keempat, Nabi Muhammad SAW. telah menerapkan prinsip bisnis modern dalam membangun kerajaan bisnis. Rasulullah menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga. Rasullullah menjadikan kejujuran (As Siddiqh) dan kepercayaan (Al Amin) menjadi prinsip utama dalam berbisnis. Rasulullah tegar dalam mewujdkan impian bisnis. Rasulullah memiliki pikiran visioner, kreatif, dan siap menghadapi perubahan. Rasulullah memiliki perencanaan dan goal setting yang jelas dalam membangun bisnisnya. Rasulullah pintar dalam mempromosikan dirinya. Rasulullah menggaji karyawan sebelum kering keringatnya. Rasulullah mengatahui rumus ”bekerja dengan cerdas”. Rasullah mengutamakan sinergisme. Rasulullah berbisnis dengan cinta. Rasulullah pandai bersyukur dan berucap terimakasih. Terakhir tapi juga terpenting dari rahasia bisnis beliau adalah menjadi manusia paling bermanfaat. Inilah rahasia bisnis Rasulullah yang sudah semestinya diikuti oleh semua orang jika ingin membangun kerajaan bisnis yang modern.

Mari kita, termasuk saya, mengikuti jejak bisnis Rasulullah


sumber : http://tipsoke.com/rahasia-bisnis-nabi-muhammad-saw-akhirnya-terungkap.html

Rabu, 03 November 2010

Meraih Impian Dengan Cara Islam

Impian adalah kehidupan, ia menggerakkan manusia untuk tetap tegak berdiri meski badai datang menerjang. Impian adalah harapan yang menggerakkan manusia menuju masa depan yang dicita-citakan.
Sulit membayangkan manusia hidup tanpa impian, tanpa harapan, dan cita-cita. Ia akan berhenti dan mati.
Impian, harapan, dan cita-cita masa depan yang baik, tentang kehidupan mendatang yang bahagia sejahtera merupakan unsur penting dalam setiap gerak hidup kita. Tak ada satupun manusia yang ingin gagal dalam hidup, sayangnya jalan yang mereka tempuh tidak seperti yang dia harapkan.
Menjadi dokter, sarjana, dsb., merupakan cita-cita dan harapan setiap siswa, tapi kita menempuhnya dengan kemalasan. Kita ingin menjadi idola dan orang yang disukai serta disayang oleh setiap orang adalah idaman, tapi hidup kita hanya pantas menjadi umpatan orang lain. Ini ironis. Sulitkah meraih cita-cita?


Jalan Kesuksesan
Betapa banyaknya buku yang bicara tentang bagaimana meraih sukses. Banyak pula orang ahli bicara tentang jalan meraih sukses. Pertanyaannya adalah, benarkah jalan yang mereka tunjukkan dapat mengantarkan kita menuju kesuksesan hidup sebagaimana yang kita harapkan. Lebih meragukan pula mereka adalah orang yang tidak pernah tahu tentang hidup mereka sendiri.
Jika semua jalan yang mereka tunjuk dan tulis meragukan, apakah ada jalan yang lebih pantas untuk ditempuh selain jalan-jalan di atas? Jawabnya pasti ada. Jika ada, lalu jalan yang manakah itu?
Jalan menuju sukses yang paling tepat menunjuk hanya satu, tidak ada yang lain, karena yang tahu tentang sukses dengan segala seluk beluknya hanya satu, ialah ALLAH. Ia yang menciptakan “sukses”, Dia pula yang menseting hidup dan kehidupan manusia, maka tak ada lain yang dapat menunjukkan kecuali Dia …ALLAH. Cara-cara meraih “sukses” yang pasti dapat mengantarkan kita menuju “sukses” hanyalah jalan yang ditunjukkan ALLAH, dan itu hanya dapat ditemukan di satu kitab : Al Qur’an, karena Al Qur’an adalah Al Huda (petunjuk), dan Al Bayan (pembimbing) menuju Sukses Hidup meraih Impian.


Jalan Sukses cara Al Qur’an
» Sukses hidup hanya diberikan pada orang-orang yang senantiasa dekat dan dicintai Allah. Siapa saja yang dekat dan dicintai Allah, yaitu mereka-mereka yang senantiasa mau mendekat dan mencintai Allah. Mereka yang senantiasa dekat dan menjaga silaturahminya pada Allah.
» Keberhasilan meraih cita-cita akan menjadi mungkin jika kita mau menolong Allah. Dalam Al-Qur'an dikatakan :

“Jika kamu menolong Allah, maka Dia akan menolongmu”. (Muhammad : 7)

“jika kamu menolong Allah”, bukan berarti Allah butuh pertolongan kita, ini menunjukkan, bahwa setiap orang yang senantiasa berjuang semata-mata karena Allah maka Allah akan menolongnya. Perjuangan dijalan Allah merupakan salah satu sebab datangnya pertolongan Allah dalam meraih cita-cita. Dalam hal ini kita harus berusaha untuk menjadikan setiap gerak hidup kita semata-mata karena Allah. Jika itu terjadi maka apa yang menjadi harapan dan cita-cita akan tercapai. Siswa yang belajar karena Allah, maka kalau ingin ibadahnya ini diterima Allah, maka belajarnya harus sungguh-sungguh. Ia akan belajar semaksimal mungkin, tak mau kalah dengan orang lain, apalagi dengan mereka-mereka yang memusuhi agama Allah. Jika ini terjadi, maka dia akan menjadi pandai. Dengan kata lain dia akan berhasil meraih harapannya menjadi siswa yang berhasil, yaitu siswa yang pandai dan berkualitas. Dan tentunya masa depannya lebih menjanjikan.
» Taqwa serta punya sikap dan kebiasaan hidup yang baik. Al Qur’an menjelaskan bahwa:

"Allah membantu dan menolong orang-orang yang bertaqwa dan berbuat baik" (An Nahl : 128)

Jadi kalau kita ingin dibantu Allah untuk meraih cita-cita, taqwa dan sikap serta kebiasaan hidup yang baik perlu dikembangkan. Ingat kalau Allah yang membantu kita, maka kesuksesan pasti ditangan.
» Allah Berfirman:

"jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu" (Al Baqarah : 45)

Yakinlah sabar dalam meniti dan memperjuangkan kesuksesan akan membantu kita meraih keberhasilan yang kita cita-citakan. Sholat akan memberi energi, baik dalam hidup dan perjuangan kita. Sholat akan menjadikan kita hidup, dan pantas disebut menjadi orang yang hidup.
» Mau berusaha semaksimal mungkin, karena...

“sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum manakala kaum itu tidak mau mengubah nasibnya sendiri (berusaha mengubah) (Ar Raad : 11)

» Dan yang utama kalau kita yakin yakin dengan Allah dengan segala kemuliaan dan kekuasaannya, maka mintalah pada Allah kesuksesan hidup yang Anda ingin dan dambakan, pasti Allah mengabulkan, ingat PASTI! Allah yang tidak pernah berbohong telah berjanji:

“mintalah padaKu, pasti kukabulkan”

» Dalam jabaran di atas disebutkan janji Allah untuk mengabulkan permohonan hambaNya. Sehubungan dengan hal (janji) tersebut perlu diingat firman Allah...

"penuhilah janjimu padaKu, niscaya Aku memenuhi janjiKu padamu” (Al Baqarah : 40)

Demikian sebagian kiat meraih sukses ala Al Qur’an. Pasti sukses akan ditangan kalau langkah-langkah tersebut kita lakukan. Ingat, kiat tersebut dinyatakan oleh Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa, Ia kuasa untuk membuat hitam-putihnya hidup kita.


Semoga Allah senantiasa mengasihi dan menyayangi kita.
amin!

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4013493

Keajaiban Shalat Hajat - Membuat Keinginan Menjadi Kenyataan (Ibnu Thahir/Qultummedia) - Buku Islam

Keajaiban Shalat Hajat - Membuat Keinginan Menjadi Kenyataan (Ibnu Thahir/Qultummedia) - Buku Islam

“Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi saw Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana.... (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)

“Ada seorang yang buta matanya menemui Nabi saw, lalu ia mengatakan, “Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku.” Maka Nabi saw bersabda, “Pergilah, lalu berwudhu, kemudian shalatlah dua rakaat (shalat hajat). Setelah itu, berdoalah....” Dalam waktu yang singkat, laki-laki itu terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Jika kamu memiliki kebutuhan (hajat), maka lakukanlah seperti itu (shalat hajat).” (HR Tirmidzi)

Setiap manusia memiliki kebutuhan dan keinginan, bahkan bisa dikatakan keinginan tersebut selalu ada dan tidak terbatas. Dari mulai keinginan yang dibutuhkan menyangkut dirinya sampai kepada keinginan yang dibutuhkan menyangkut sebuah negara. Bagi yang beriman, segala kebutuhan, cita-cita, harapan, dan keinginan tersebut, tidak serta merta selalu ditempuh melalui jalan usaha secara praktis belaka. Akan tetapi, ia akan terlebih dahulu mengadukannya kepada Allah SWT, sebab Dia adalah Dzat Yang Mahakaya, yang memiliki langit, bumi, dan seluruh alam semesta, Dzat Yang tidak bakhil dalam memberi kepada yang memohon dan meminta kepada-Nya. Oleh karena itu, Rasulullah saw setiap kali menghadapi kesulitan beliau selalu mengadukannya kepada Allah SWT melalui shalat. Mengadu dan memohon kepada Tuhan yang tidak pernah sekali pun berada dalam lemah dan miskin. Kenapa? Karena shalat adalah jalan keluar bagi mereka yang memiliki kesulitan dan kebutuhan, juga sebagai media dimana seorang hamba mengadukan segala persoalan hidup yang dihadapinya.

Di dalam Al-Qur`an, Allah SWT berfirman, “Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar.” (QS Al-Baqarah <2>: 45)

Shalat hajat, ditetapkan atau disyariatkan yang secara khusus dikaitkan kepada ibadah bagi yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan. Dan tentunya, ini lebih spesifik dibandingkan dengan shalat-shalat lain dan memiliki suatu keistimewaan sendiri dari Allah dan Rasulullah saw.

Selain itu, shalat hajat merupakan suatu cara paling tepat dalam mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh seorang muslim. Shalat hajat merupakan salah satu jenis shalat yang disyariatkan di dalam Islam. Dasar hukum shalat hajat terdapat di dalam hadits Rasulullah saw. Para sahabat, ulama salaf, dan para shalihin biasa melakukan shalat hajat, terutama ketika mereka memiliki suatu kebutuhan, baik dalam situasi mendesak maupun dalam situasi biasa.

Dari beberapa keterangan yang terdapat di kitab-kitab, baik ulama salaf maupun khalaf (kontemporer), shalat ini telah banyak membuktikan keampuhan atau terkabulnya seluruh permohonan dari kebutuhan yang mereka pinta kepada Allah, sebagaimana yang terdapat pada bukuini. Shalat hajat juga merupakan bagian dari keringanan dan rahmat dari Allah SWT bagi hamba-Nya.

Pada praktiknya shalat hajat ini sangat mudah dan bisa dilakukan pada siang hari atau malam, tidak seperti pada shalat-shalat lainnya secara umum. Misalnya, shalat dhuha hanya bisa dilakukan pada saat matahari terbit sampai datangnya waktu zuhur, atau shalat tahajud yang hanya bisa dilakukan pada malam hari. Sebagai pembuktian atas kebenaran sabda Rasulullah terhadap shalat hajat, tidak terhitung banyaknya orang yang telah mendapatkan keajaiban dan terkabulnya permintaan atau hajat mereka. Bahkan, ada yang mendapatkan keajaiban dengan diturunkan malaikat kepadanya untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya, sebagaimana yang terdapat di dalam bab “Bukti Dan Kisah Nyata Orang-Orang Mendapatkan Keajaiban Shalat Hajat”

Untuk menambah kesempurnaan, buku yang ini juga dilengkapi tata cara shalat hajat dan doa-doa mustajab. Bacalah buku ini, amalkan, sebab semua orang memiliki kebutuhan. Setelah itu, kita akan merasakannya sendiri manfaatnya!

Spesifikasi buku:
Judul : Keajaiban Shalat Hajat --Membuat Keinginan Menjadi Kenyataan
Penulis : Ibnu Thahir
Penerbit : Qultummedia (http://www.qultummedia.com)
Harga : Rp 28.000
Distribusi : Toko buku Gramedia, Gunung Agung, Toko Buku Utama, Toga Mas, dll.

sumber : http://organisasi.org/keajaiban-shalat-hajat-membuat-keinginan-menjadi-kenyataan-ibnu-thahir-qultummedia-buku-islam